dalam kegamangan hatinya,
ia mencoba tegar lewat senyumnya,
walau batin getir terasa,
di ufuk fajar ia bertanya dalam hati dengan lantangnya,
" kemanakah sang pujaan? "
" kemanakah dia?"
yang kini menghilang di antara lembayung senja,
kesunyian menyelimuti hatinya,
dalam tiap deretan jawaban yang tak di harapkannya,
kegetiranpun menerpa palung jiwanya,
melihat bangunan kasihnya yang rapuh,
terkikis badai yang menggerus,
ia hanya berdoa dalam ketiadaannya,
berharap sang hati kan kembali memberi secawan kasih dan sayangnya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.