tak bisa ku lukiskan wajahmu
senyumanmu
karena kepiawaianmu hadir dalam mimpiku
tak kuasa menghapus dirimu dari memoriku
pernah berfikir tuk menjauh
namun virus-virus cintamu terus menyebar
tidak hanya ke otak
namun hatiku kau juga singgahi
kau gugah hatiku yang lama telah tertidur
hingga ku terperanjat di lautan hatimu
ingin ku berenang jauh dari samudera hatimu
namun ombak cintamu terlalu besar untukku
getaran gempa besar sekalipun
itu semua kurang besar di bandingkan dengan badai cintamu
apa yang harus ku perbuat?
sedangkan ku tak pantas berlabuh di pelabuhan hatimu
rumputpun tersenyum mendengar bisik hatiku
senyumanmu
karena kepiawaianmu hadir dalam mimpiku
tak kuasa menghapus dirimu dari memoriku
pernah berfikir tuk menjauh
namun virus-virus cintamu terus menyebar
tidak hanya ke otak
namun hatiku kau juga singgahi
kau gugah hatiku yang lama telah tertidur
hingga ku terperanjat di lautan hatimu
ingin ku berenang jauh dari samudera hatimu
namun ombak cintamu terlalu besar untukku
getaran gempa besar sekalipun
itu semua kurang besar di bandingkan dengan badai cintamu
apa yang harus ku perbuat?
sedangkan ku tak pantas berlabuh di pelabuhan hatimu
rumputpun tersenyum mendengar bisik hatiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.