Powered By Blogger

Kamis, 19 Desember 2013

Hanya semilir angin dan gerimis menyapa

malam yg sunyi..
Tatkala secercah cahya rembulan tak lagi hiasi..
Keheningan,
terus dan terus menyelimuti,,
hanya semilir angin serta gerimis menyapa..
Membuat diri terperanjat dan berkhayal akan tentangmu..
Rindu yg bermahkotakan cinta,
semakin tersemat di dada,,
tatkala bintang berkedip nan jauh disana..
Kau terus menari-nari di pelataran hati..
Mengajakku bercanda,,
namun awan tebal menghalangi,,
hingga tuk menatapmu akupun tak mampu..
Dimanakah kau kini..?
Tak ingatkah sedikitpun kau pada diriku..?
Pemuja cintamu..

selagi mentari bersinar

badan ini sudah tua renta..
tak kuat lagi tuk arungi kehidupan..
tapak kaki sudah penuh luka..
hanya nanar terasa..
ingin kembali ke masa muda..
tuk menggapai mahkota..
melangkah lebih pasti..
perbaiki nilai diri..
namun sebentar lagi matahari kan tenggelam..
menjemput diri..
mengiringi sisa langkahku..
hanya penyesalan..
ratapan yang menghampiri..
semua sudah tak berarti..
hanya tertinggal gumpalan halusinasi..
pengandaian tiada arti..
selagi kuat tuk berpijak,
cepatlah berlari,
gapai impian di hati..

Bayang Gelap

hidup di penjara sungguh memilukan..
Tak bisa kemana-mana..
Hanya bisa melihat keindahan dari jauh..
Tiada bertegur sapa dg kawan ataupun lawan..
Walaupun ramai tapi terasa sunyi..
Ingin keluar dari penjara..
Menghirup udara bebas laksana merpati..
Tapi tak bisa..
Kaki masih tertambat aturan hukum yg menyebalkan..
Sungguh menyedihkan..
Tragis..
Tiada terpikir kan begini adanya..
Namun roda kehidupan terus menggelinding..
Berjalan menyusuri masa..
Hingga sesekali semburat asa melintasi jiwa..
Yakin akan metamorfosa kehidupan..
Hari ini lebih baik dari pada hari kemarin..
Hari esok lebih baik dari pada hari ini..

my lovely

buat apa ada matahari
Jika kau tak ada di sisi
Buat apa ada rembulan
Jika kau tak ada saat ku kesepian
Buat apa ada bintang
Jika ku tak kau pikirkan
Buat apa ada pelangi
Jika kau tak memberi warna hatiku yang sunyi
Kau adalah siang malamku
Kau adalah bumiku tuk berpijak
berlari
tetap di sisi
temani hari-hari yg tiada pazti

hati yang terdampar

tatkala fajarpun kembali ke peraduan,,
disini ku masih sendiri menanti,,
menanti dirimu yg kini entah kemana,,
ku tau kau terluka karenaku,,
namun bukan maksud hatiku,,
dengarlah,,
ku disini menunggumu,,
mengharapkan kehadiranmu,,
senyum indahmu,,
jangan kau tekuk mukamu dengan kepedihan,,
mungkin di waktu kini kita tak bisa bertemu,,
namun siapa yg tau besok,,
bukankah skenario tuhan begitu indah,,
q masih percaya,
kalau kau masih pendam sebutir harapan untukku,,
yg tak kan pernah ku biarkan lagi menghilang dari genggaman,,
untukmu,I miss U..

sort out of life

it's too hard when we want to reach something.
We have to keep fight n struggle.
It takes short time even long time.
But when after we earn it,we can't preserve well.
Then something that we adore is lost.make regret that should not happen.
It's so ironic.
But might be this's that called of life.
We can't predict,so if we don't want to be person regretted something that so valuable,think well before U take a decision in your life.

Don't Cry

don't cry
I don't mean to hurt your heart
Make your eyes drop tears
I know U understand me
Love me
But i have own way
Don't cry
I couldn't see your face in a sadness
Sorrow
Don't cry
It will make me be guilty all my life
Calm down and don't worry
Coz your smile is my smile
I'll do the best for U

kala jemari

kala jemari tak tersentuh..
Angan membubung jauh..
Melihat tanpa toleh..
Goresan tertoreh..
Mata yg berbinar..
Berubah sayu..
Tuli dengan mendung awan..
Hanya keindahan..
Masih merangkak di pertengahan jalan..
Dengan lumpur..
Dan cacingpun menyapa..
Namun,
terpatri n masih terpatri tentangmu..
Tentang keindahan yg besemayam d pkiran..
Walau tak secerah rembulan..

Dirimu

Masih teringat dirimu..
Saat semua terlelap dalam mimpi..
Sungguh indah..
Sulit terlukis..
Walau angan tak secerah rembulan yang menghilang..
Detik jampun berlari kencang mengitar..
Seakan mengajarkan tuk bersiap hadapi esok mencekam..
Rasa kantukpun menyerang..
Namun tetap kau bertahan di pikiran..
Tak pernah pupus,
habis di telan malam..
Bahkan hingga fajarpun menjelang..